Senin, 22 September 2014

Move On



        Dilema..
gue benci dengan perasaan kampreet ini. Antara maju terus atau tau diri. Gue benci pilihan. Gue sempet mikir buat masa bodoh, tapi semakin gue berusaha memasabodohkan diri gue, gue semakin memikirkan. Rasanya jika kepala ini di bongkar pasang, gue langsung bakal bongkar. Raga dan hati gue sedang tak bersatu, di satu sisi raga gue pengen tetep maju, di satu sisi hati gue memikirkan hal terburuk. Gue selalu memutar lagu keras, gue selalu berkumpul dengan temen-temen gue, gue selalu menyibukan diri gue dengan bermain futsal,playstation, adventure bareng temen-temen, atau menonton film. Muehehehe
Tapi hasilnya nihil..
setelah semua hal itu gue lakuin, dan ketika gue sendiri, gue langsung kepikiran dia. Alasan, paling sulit gue untuk move on adalah: rumah kita berdekatan, tiep nongkrong di “kemouse house” atau di depan rumah, entah sengaja atau tidak, kita wajib bertemu.
semua ini mungkin juga salah gue, gue setengah-setengah dalam ngedeketin dia. Dan gak terasa dia udah lulus SMA, waktu cepet banget berlalu, semua udah kayak cerita di film-film. Seperti rasanya baru kemarin dia mengenakan seragam putih abu-abunya dan resmi sebagai siswi SMA.
Hal yang paling membuat gue jungkir balik tempat tidur dan diam dalam waktu yang cukup lama di kamar mandi adalah: saat gue tau, dia bakal ngelanjutin sekolahnya di Malang. Dan hal itu bukan gue denger langsung dari dia, melainkan dari sepupunya. Perasaan gue campur aduk, gue pengen memberikannya sesuatu yang special sebelum dia pergi, setelah itu gue pengen bisa segera move on, sebelum gue nekat gantung diri di pohon cabe.
entah ketemu, sms, atau telpon, dia gak pernah bilang tentang rencana sekolahnya ke malang, seperti dia menyembunyikannya, gue juga sengaja sok gak tau tentang hal itu. Gue pengen dia sendiri yang bilang ke gue.
tapi kenyataannya berbeda, dia malah gak pernah bilang ke gue, sampai akhirnya dia berangkat ke malang untuk tes kuliahnya. Itupun gue gak pernah tau dia berangkat, sungguh di dalam perhatiannya gue ke dia, dia gak pernah perduliin gue, seakan gue ini gak pernah ada dalam kehidupannya. Selama gue masih membuka mata di sini (di tempat ini) gue masih siap membuat dia tersenyum,ketika dia bersedih, sedih karena mantan terindah diapun, gue masih siap menjadi pendengar dan Mario Teguh dadakan buat dia. tapi.. Ya sudahlah,lupakan.
waktu berjalan lebih cepat dari biasanya. waktu itu gue lagi main catur di tempat favorite gue, yak “kemouse house”, tanpa terkira dia tiba-tiba lewat dengan motornya, gue jadi gak focus main catur lagi, gue terus mandangin dia tanpa henti, dia senyumin gue, dan stop gak jauh dari sana, sambil gue nayak ke dia: “kapan balik?”
dan dia Cuma jawab “kemarin”. Waktu gue beranjak dan pengen nyusulin dia, tiba-tiba temen gue narik gue, dan nyuruh gue buat lanjutin main catur, gue kesel, dan diapun pergi,entah kemana.
tapi gue cukup lega, akhirnya dia balik lagi ke sini, ke tempat asalnya. Setelah itu gue sengaja ngalahin diri gue, biar cepet selesai dan ngesms dia. gue langsung ngesms dia,”udah selesai tesnya? Semoga di terima ya” dan diapun bales “iya udah kok,amin. Makasi ya” terus gue  bales lagi “ iya sama-sama, kapan balik ke malang lagi?” dan diapun gak bales.
setelah itu gue gak pernah kontak dia lagi, bukan gengsi, Cuma takutnya dia gak bales sms gue, saking setiap hari gue sms, dia gak pernah bales lagi, gue gak tau, apakah dia gak punya pulsa,atau dia emang gak pernah ada niat buat smsan bareng gue. Waktu seakan cepat berlalu, gue gak bisa berbuat apa-apa lagi, seakan gue canggung akan dia, sekarang gue udah jarang ketemu dia lagi, dia seperti risih ketemu gue, dia gak pernah lewat “kemouse house lagi” tapi dia muter lewat jalan lain. Sial.
waktu cepet berlalu, gak terasa semua udah sebulan aja, seperti biasa, hidup gue yang kelam, membuat gue jarang beraktifitas di pagi hari,karena gue menuju pulau kapuk, pulau di mana gue ngerasain nikmatnya tidur. Muehehehe.
waktu telah senja, gue bangun dari tidur panjang gue, setelah itu gue mandi dan tidak lupa menggosok gigi. Habis itu ku tolong ibu. Membersihkan tempat tidurku. Nahloh, kok jadi nyanyi? Hahaha.
seakan datang tak di jemput,pulang tak di antar. Tiba-tiba adik gue nongolin kepalanya di depan kamar, dan bilang ke gue, kalau dia tadi pas di sekolah ngeliat si ***** yang sedang ngurus pengambilan ijazahnya, kebetulan adik gue masuk sekolah yang sama dengan si *****, Cuma dia udah lulus, adik gue baru masuk di sana, alias siswi baru. Gue mendadak kaget, dan perasaan gue mulai gak enak, gue langsung buka facebook gue, dan inbox sepupunya, gue nanyak ke sepupunya“ ***** udah berangkat ke malang?” dia bales inbox gue dan bilang “ iya sudah kok, tadi sore”.. hening…
penderitaan gue buat kehilangan dia seakan tak pernah berujung. Gue mulai bisa menerima kenyataan. "semua yang memang harusnya milik kita pasti akan kita genggam kembali, dan yang harusnya terlepas, sekuat apapun di genggam pasti akan terlepas". Hati kecil gue berkata demikian.
"jika dua orang benar-benar saling mencintai satu sama lain. itu bukan berarti mereka harus bersama saat ini juga. tunggulah di waktu yang tepat, saat semua memang sudah siap, maka kebersamaan itu bisa jadi 'hadiah' yang hebat untuk orang-orang yang bersabar. sementara itu kalau waktunya belum tiba, sibukkanlah diri untuk jadi lebih baik, bikan melanggar banyak larangan. waktu dan jarak akan menyikapi rahasia besarnya, apakah rasa suka itu semakin besar, atau semakin memudar".
mungkin ini adalah tulisan terakhir tentang dia.
hai, Say hello to everyone! For the last time…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar